Seperti yang
dilansir wikipedia org adalah syeikh
Abdul Qadir Jaelani atau Abd al-Qadir al-Gilani (bahasa Kurdi:
Evdilqadirê Geylanî, bahasa Persia: عبد القادر گیلانی, bahasa Urdu: عبد القادر
آملی گیلانی Abdolqāder Gilāni) (470–561 H) (1077–1166 M) adalah seorang ulama
fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat
dan sufisme. Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M selatan
Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran. Ia wafat pada
hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul
Azaj wafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.
Beliau adalah orang Kurdi atau orang Persia. Syekh Abdul Qadir diyakini sebagai pemimpin para wali dan kadang diadakan di penghormatan besar oleh kaum Muslim dari wabil-khusus benua India . Di antara pengikut di Pakistan dan India, ia juga dikenal sebagai Ghaus-e-Azam.
Silsilah beliau adalah Syeh Abdul Qodir bin Abu Shalih bin Abu Abdillah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah Tsani bin Musa al-Jaun bin Abdul Mahdhi bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam
Dibawah in ada kata kata hikmah Syekh Abdul Qadir jailani yang diformat dalam kata mutiara indah sebagai nasehat dan pelajaran buat kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. semoga kata mutiara hikmah Syekh Abdul Qadir jailani bermanfaat untuk anda
---------------------------------------- >>
“Orang itu dikatakan dekat dengan Allah selama dia meluangkan waktunya untuk berdzikir setiap hari.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Beliau adalah orang Kurdi atau orang Persia. Syekh Abdul Qadir diyakini sebagai pemimpin para wali dan kadang diadakan di penghormatan besar oleh kaum Muslim dari wabil-khusus benua India . Di antara pengikut di Pakistan dan India, ia juga dikenal sebagai Ghaus-e-Azam.
Silsilah beliau adalah Syeh Abdul Qodir bin Abu Shalih bin Abu Abdillah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah Tsani bin Musa al-Jaun bin Abdul Mahdhi bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam
Dibawah in ada kata kata hikmah Syekh Abdul Qadir jailani yang diformat dalam kata mutiara indah sebagai nasehat dan pelajaran buat kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. semoga kata mutiara hikmah Syekh Abdul Qadir jailani bermanfaat untuk anda
---------------------------------------- >>
“Orang itu dikatakan dekat dengan Allah selama dia meluangkan waktunya untuk berdzikir setiap hari.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
“Selama hidup di dunia ini, yang
terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka.” ~ Syeikh Abdul Qadir
Al-Jailani
Jika bertemu
dengan orang kafir, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”
Jika bertemu dengan seorang yang
bodoh, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :“Orang
ini bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena dia bodoh ( tidak tahu
), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan
aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik
dariku
Jika bertemu
orang tua, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
“Dia telah beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, jauh lebih lama dariku,
tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang
berilmu, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :“Orang
ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak
akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan
ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika engkau
bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan
dalam hatimu :“Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, jauh
lebih baik dan lebih tinggi dariku”
jika bertemu anak kecil, maka
ucapkanlah ( dalam hatimu ) :“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala, , sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak
ini jauh lebih baik dariku.”
Empat hal
berikut menghapus agama kalian :
1. Kalian tidak mengamalkan apa yang kalian ketahui.
2. Kalian mengamalkan apa yang tidak kalian ketahui.
3. Kalian tidak mau mempelajari apa yang tidak kalian ketahui, maka selamanya kalian bodoh.
4. Kalian mencegah orang lain untuk mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.
1. Kalian tidak mengamalkan apa yang kalian ketahui.
2. Kalian mengamalkan apa yang tidak kalian ketahui.
3. Kalian tidak mau mempelajari apa yang tidak kalian ketahui, maka selamanya kalian bodoh.
4. Kalian mencegah orang lain untuk mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.
Hai yang ternoda karena
ketamakannya….andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan
sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu
mendatangkannya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu
( rezeki ) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu.
Apakah pantas bagi seorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan
sesuatu yang telah selesai pembagiannya….?
Wahai
Tuhanku..
akan seseorangpun dari jajaran para Nabimu,
para utusanMu,
dan Hamba-hambaMu yang Shaleh,
Melainkan telah dikenakan
Jubah dengan Keutamaan
dan Keagungan yang sebesar ini..
akan seseorangpun dari jajaran para Nabimu,
para utusanMu,
dan Hamba-hambaMu yang Shaleh,
Melainkan telah dikenakan
Jubah dengan Keutamaan
dan Keagungan yang sebesar ini..
Wahai Allah…Dzat yang mengetahui
Kelemahanku dari memuji-Mu,...Aku memohon kehadirat-Mu.... sesempurna
orang yang memujimu,...engkau bukakan haqeqat-haqeqat Asmamu &
Sifat-Mu,.....dan kenalkan melalui Kesempurnaan-Mu yang Maha lembut,
“Bantulah orang fakir dengan
sebahagian harta kalian. Jangan pernah menolak pengemis, padahal kalian mampu
memberikan sesuatu untuknya baik sedikit mahupun banyak. Raihlah kasih sayang
Allah dengan pemberian kalian. Bersyukurlah kepada Allah yang telah membuat
kalian mampu memberi. Jika pengemis adalah hadiah dari Allah, sementara kalian
mampu memberinya, mengapa kalian menolak hadiah itu?! Bohong kalau kalian
mendengar nasihat dan menangis di hadapanku, tapi saat orang datang meminta
uluran tangan, kalian malah membiarkannya. Itu menunjukkan bahawa tangisan
kalian belum kerana Allah.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani